Seberapa penting menggunakan sunscreen setiap hari walaupun kita di rumah aja? 


Menurutku, penting dan wajib! basic skincare yang harus khatam adalah Cleansing, Toning, Moisturizing dan Protection. Nah selama di rumah aja saat ini mungkin banyak yang menganggap "yaudah kan indoor ini ga perlu2 amat proteksi kulit pake sunscreen". Padahal sinar UV akan tetap masuk melalui jendela dan bisa juga berasal dari gadget. Apalagi bagi temen-temen yang suka olahraga, wajib banget pake sunscreen walaupun cuma di teras rumah aja ya. 


Sunscreen adalah salah satu produk beauty yang pencariannya cukup tricky menurutku. Salah satu alasannya karena produk sunscreen adalah produk yang paling lama dipakai di kulit selama beraktivitas. Secara formulasi, wajib enak dipakai di kulit, tampilan finishnya oke dipakai sendirian atau sebelum makeup dan yang terpenting ga bikin sumuk di wajah saat dipakai beraktivitas.



Kalau temen-temen suka beli produk luar lewat jastip, pasti cukup familiar dengan produk sunscreen dari Anessa. Produk sunscreen Jepang yang jadi best seller (nomer 1 di Jepang selama 19 tahun) dan cukup ditunggu-tunggu kehadirannya di Indonesia. Kebetulan per september kemarin, Anessa sudah launching di Indonesia dengan 4 jenis varian sunscreen. Karena kebetulan aku sudah coba dan juga ikutan virtual launchingnya kemarin, aku mau cerita gimana experience aku cobain produk sunscreen Anessa ini selama kurang lebih 2 minggu pemakaian.


Anessa adalah beauty sunscreen pertama

Anessa bukan hanya memproteksi kulit tapi juga memiliki 50% kandungan skincare di dalamnya seperti Hyaluronic Acid untuk menjaga kelembapan kulit dan juga Collagen untuk menjaga elastisitas kulit. Buat temen-temen yang suka Olahraga high intensity seperti aku dan butuh sunscreen yang mantep karena gampang gobyos, Anessa juga punya triple defense techology yang cukup menarik untuk dibahas. 
🌻 Thermo booster technoogy : lapisan perlindungan pada UV Protection akan lebih maksimal saat terkenal heat, keringat dan air
🌻 Aqua booster technology + friction resistant : lapisan UV semakin kuat jika terkena air atau keringat serta tidak mudah transfer saat tergesek oleh tangan. 
🌻 Super waterproof but easily removable with soap



Untuk daily makeup, aku penganut makeup no ribet ribeut kleub! Kalau bisa semua produk makeup yang aku gunakan sudah include dengan aplikator yang sesuai dengan fungsinya seperti cushion. Cushion sejak beberapa tahun belakangan ini juga jadi favorit banyak orang karena sudah build in dengan cermin dan aplikator, mess free ga perlu colek-colek ke tangan dan praktis untuk dibawa di dalam pouch makeup. 

 

 

Selama 2020 ini, cukup banyak produk cushion lokal yang aku coba. Kalau dulu selalu pusing dengan shade cushion korea yang undertonenya ga pernah pas alias ashy banget bun di kulitku yang warm undertone~ Nah sekarang produk lokal udah banyak banget mengeluarkan cushion dengan shade yang sesuai di undertone kebanyakan kulit Indonesia. Salah satu produk yang aku coba di tahun 2020 ini adalah Looke Holy Flawless BB cushion. Sebelumnya aku udah pernah bahas di Instagram tentang produk ini, tapi kayanya ga afdol kalau belum dibikin deep reviewnya di blog.

 

LOOKE HOLY FLAWLESS BB CUSHION

Shade : clio

Available : 

E-commerce: 

Shopee,Tokopedia, Lazada, Sociolla, Beauty Studio, BeautyHaul

Info lengkapnya cek di:
IG: @lookecosmetics 
Web: www.lookecosmetics.com

 

 

 

Sebelum aku review produk cushion dari Looke, dulu banget aku sudah pernah juga review produk-produk lip creamnya di blog ini. Kalau mungkin ada yang pernah baca juga, nama dari shade looke ini terinspirasi dari Roman and Greek Myth. Ada 3 shades yang available yaitu 

💛 Iris : light beige dengan neutral undertone

💛 Clio : medium beige dengan warm undertone

💛 Diana : medium deep dengan warm undertone


Aku sendiri pakai yang Clio, medium beige. So far cocok di kulit aku yang medium to light dengan warm undertone. 


PACKAGING & APPLICATOR

 

 


Nuansa packaging dari complexion series looke cosmetics ini semuanya berwarna hitam. Khusus untuk cushionnya ini punya packaging yang setipe dengan pressed powdernya. Packaging cushion yang kotak dengan ujung yang rounded dan cukup slim. Sudah build in dengan mirror dan puff cushionnya. Aku suka designnya looke cushion ini karena ga terlalu banyak aksen dan tetap sleek minimalis. 

  

 

Aku pengen bilang makasih banyak buat yang develop cushion looke ini, karena applicator puffnya bener-bener empuk, pick up dan distribusiin produknya dengan sangat baik. Puffnya bener-bener sponge yang pas di tap ke wajah rasanya soft dan blendingannya halus. Salah satu concern aku saat menilai produk cushion itu bagus atau tidak salah satunya dari puff cushionnya. Kenapa? Karena kalau sampe gak nyaman dipakai dan harus bawa aplikator sendiri, rasanya jadi gagal praktis.

 

FORMULA & HASIL PEMAKAIAN


 


Salah satu poin yang menarik dari looke cushion ini adalah kandungan skincare yang ada di dalamnya yaitu Hyaluronic Acid dan Green tea extract. Bagi aku yang punya kulit normal to dry, produk ini memiliki kandungan yang sesuai dengan kebutuhan kulit aku yaitu HA untuk melembabkan kulit. Tekstur holy flawless bb cushion sesuai dengan namanya yaitu BB (blemish balm). Tidak terlalu thick seperti foundation tapi masih memberikan coverage ke kulit. Menurutku coveragenya medium dan cukup buildable. Untuk kemerahan dan noda jerawat yang tidak terlalu berat bisa dicover dengan baik. Finish looke cushion ini satin finish dan lightweight sekali di kulit. Dry patches aku pun masih aman.  



Foto di atas adalah hasil dari wear test dari produk looke cushion (atas fresh apply dan bawah setelah 5 jam) setelah aku set dengan loose powder dari looke. Aktivitas aku di rumah saat itu adalah virtual meeting, masak, product shot outdoor dan lumayan keringetan. Menurut aku masih aman banget. Walaupun masih transfer ke tissue saat aku blot pas keringetan. Tapi produk yang ada di atasnya masih cukup nempel. Malah aku lebih suka karena finishnya jadi lebih glowing dan sehat! 

 

Semoga ke depannya Looke bisa mengeluarkan lebih banyak shade complexionnya dan juga stocknya selalu aman hihi. Supaya temen-temen bisa lebih banyak yang coba produk looke. Dan semoga juga ada refill cushionnya, aamiin! Next aku bahas produk looke apa lagi nih temen-temen? Ada beberapa produk yang lagi aku cobain juga 😚 mungkin one brand tutorial sambil bahas reviewnya?

 

 

IG: @lookecosmetics 
Web: www.lookecosmetics.com

Aku selalu salut dengan dedikasi orang korea dalam merawat kulit. Jujur aku baru 3 tahun ke belakang ini fokus explore berbagai macam ingredients skincare yang sesuai dengan kebutuhan kulit. Bisa dibilang banyak banget trial errornya tapi kulit aku dibanding 3 tahun lalu jauh kelihatan perbedaannya. Untuk saat ini aku lagi banyak explore produk lokal dan korea. Karena kebetulan wajah aku cenderung kering tipenya, jadi banyak produk korea yang cocok di kulit normal to dry aku. Goals aku pengen banget punya chok chok skin yang lembap, plump dan bouncy.


Selama 2 minggu ini aku lagi cobain skincare asal korea dari brand d’Alba. Pertama kali aku liat brand ini yaitu dari sokoglam. Produk yang aku coba kali ini adalah d’Alba White Truffle First Spray Serum. Konsep produk ini cukup menarik dari segi ingredients dan teksturnya, semuanya akan aku bahas lebih banyak di bawah ya. Oh iya, d’Alba Spray serum ini di Korea sudah terjual lebih dari 5 juta botol dan sekarang sudah masuk ke pasar Indonesia. 



Packaging




d’Alba serum spray ini punya konsep yang menarik yaitu bi-phase serum spray. Jadi ada dua lapisan yaitu water dan oil. Formulasi ini terbagi menjadi dua lapisan karena produk ini tidak mengandung surfaktan/pelarut. Jadi cara menggunakannya adalah dengan mengocok produk ini sampai 3-4 kali terlebih dulu sebelum kita spray ke seluruh permukaan kulit. 

 

Produk d’Alba spray serum ada di dalam botol plastik transparan doff yang cukup tebal dengan aksen gold. Sesuai dengan ingredients yang terkandung di dalamnya yaitu premium white truffle. Produk ini menurut aku terlihat cukup eksklusif dan cantik dengan kombinasi warna dan design packaging yang simple. Di bagian bawah botol juga tertulis MFG (Manufactured date) dan Expired date. Jadi kalaupun boxnya sudah hilang, informasi ini masih akan tetap terpampang jelas di packagingnya.

 



Setiap ketemu botol spray, hal yang jadi concern terbesar aku adalah nozzle spraynya. Dan untuk butiran spray serum d’Alba ini ternyata bener-bener halus dan menyebar sangat merata ke seluruh permukaan kulit. Ga bikin kulit yang jadi becek atau over oily saat kita semprotin. Aku biasanya pake Teknik spraying X (menyilang) dan T ke area t-zone. Kalau lagi butuh instant hidrasi, aku juga sering aplikasikan ke area tubuh yang kering saat di ruangan AC.




(setelah dikocok dan lapisannya menyatu)

 

Ingredients

WATER, DIPROPYLENE GLYCOL, NEOPENTYL GLYCOL DIHEPTANOATE, 1,2-HEXANEDIOL, NIACINAMIDE, SORBITOL, HYDROXYETHYL UREA, PERSEA GRATISSIMA (AVOCADO) OIL, SALVIA HISPANICA SEED EXTRACT, OCIMUM BASILICUM (BASIL) FLOWER/LEAF/STEM EXTRACT, BETAINE, AVENA SATIVA (OAT) KERNEL EXTRACT, BUTYLENE GLYCOL, TUBER MAGNATUM EXTRACT, GLYCERIN, FRAGRANCE, HELIANTHUS ANNUUS (SUNFLOWER) SEED OIL, VEGETABLE OIL, TOCOPHERYL ACETATE, DISODIUM EDTA, DIPOTASSIUM GLYCYRRHIZATE, ADENOSINE, SODIUM PALMITOYL PROLINE, BIFIDA FERMENT LYSATE, NYMPHAEA ALBA FLOWER EXTRACT, SODIUM HYALURONATE, ALCOHOL, GLYCINE SOJA (SOYBEAN) OIL, VERONICA OFFICINALIS EXTRACT, PRIMULA VERIS EXTRACT, MENTHA PIPERITA (PEPPERMINT) LEAF EXTRACT, MELISSA OFFICINALIS LEAF EXTRACT, MALVA SYLVESTRIS (MALLOW) EXTRACT, ALCHEMILLA VULGARIS EXTRACT, ACHILLEA MILLEFOLIUM EXTRACT, SAUSSUREA INVOLUCRATA EXTRACT, PANAX GINSENG ROOT EXTRACT, NELUMBO NUCIFERA FLOWER EXTRACT, MORUS ALBA BARK EXTRACT, LILIUM CANDIDUM FLOWER EXTRACT, LEONTOPODIUM ALPINUM EXTRACT, HOUTTUYNIA CORDATA EXTRACT, FREESIA REFRACTA EXTRACT, CARBOMER, BELLIS PERENNIS (DAISY) FLOWER EXTRACT, ARGININE, POTASSIUM SORBATE, BIXA ORELLANA SEED EXTRACT, SODIUM HYDROXIDE, TOCOPHEROL


Produk ini ga mengandung mineral oil, paraben, alcohol ataupun pewarna. Jadi bisa digunakan untuk segala jenis kulit. Kandungan white truffle yang ada di dalam serum spray d’Alba punya manfaat untuk memperbaharui sel kulit dan mencerahkan. Dan bagi pemilik kulit kering seperti aku, kandungan avocado oil juga dapat memberikan kelembapan ekstra.


Kandungan white truffle pada skincare termasuk baru bagi aku. White truffle yang ada pada formulasi d’Alba spray serum ini berasal dari Itali. Hasil dari membaca beberapa sumber, white truffle ternyata punya banyak manfaat untuk anti aging. Cocok buat aku yang memang saat ini lagi explore anti aging skincare dengan resiko iritasi yang minim untuk preparing kulit ke active ingredients yang lebih kuat. White truffle punya kandungan vitamin C yang tinggi untuk mencerahkan kulit dan juga Vitamin B3 & B6 yang memiliki benefit untuk menenangkan kulit yang meradang.


d’Alba spray serum bisa dipakai kapan saja?

Jadi setelah baca-baca dan trial beberapa minggu ini. Aku pake produk ini dengan beberapa cara :

1. Sebagai hydrating mist

Aku pakai kapanpun aku butuhkan. Biasanya sebagai hydrating mist di siang hari saat beraktivitas di ruangan AC. Sebagai pemilik kulit kering, spray seperti ini sangat membantu untuk memberikan hidrasi yang instant. Aku juga aplikasikan ke area tubuh yang kering.

2. Sebelum serum dan sesudah moisturizer

Untuk slot skincare, aku gunakan setelah hydrating toner dan sebelum serum. Biasanya pada malam hari aku juga gunakan untuk mengunci moisturizer di tahapan terakhir.

3. Mempersingkat skincare routine

Karena aku tipe yang mager untuk aplikasi banyak step di pagi hari. Aku suka aplikasikan produk ini setelah cuci muka lalu aku lanjutkan dengan sunscreen.

4. Makeup Finishing spray 



Seringkali setelah menggunakan powder, aku ngerasa complexion aku terlalu powdery dan kering. Jadi aku suka tambahkan d'Alba spray serum di akhir makeup. Glownya subtle, ga becek dan complexion jadi lebih ngeblend di kulit.


Setelah 2 minggu menggunakan d’Alba  

Kalau dilihat dari ingredients list, ada beberapa oil di dalam serum spray ini. Jujur aku sempet khawatir produk ini bakalan berat banget di kulit aku. Walaupun kulit aku kering, beberapa oil yang aku coba “ditolak” mentah-mentah sama kulit aku. Kadang malah clogging (menyumbat pori) dan menimbulkan banyak whitehead. 


Setelah 2 minggu ini aku bisa bilang produk ini aman di kulit aku. Ga terasa berat, ga bikin kulit sumuk, super ringan dan tetap melembapkan. Alhamdulillah kulit aku nerima produk ini dengan sangat baik. Walaupun banyak oilnya, formulasi d’Alba serum spray ini bener-bener bagus dan ga clogging di kulit aku. Padahal aku pake ini sering banget dan bener-bener ga santai nyemprotnya haha.


d’Alba serum spray masih punya fragrance, tapi subtle banget dan nyaman di hidung. Jadi pas kita semprotin ga nyegrak. Wanginya pun enak! Tipe yang clean dan soft kaya baby powder. Jujur nagih banget~


Untuk efek anti aging dan mencerahkannya sendiri, aku belum bisa melihat secara signifikan. Mungkin juga karena aku baru pake 2 minggu. Dan efek ini sebetulnya juga banyak dipengaruhin faktor lain. Tapi efek yang bener-bener aku rasakan adalah kulit jadi kenyal, halus dan lebih glowing. 


Secara keseluruhan, produk d’Alba serum spray ini, konsepnya menarik dan cocok buat pemilik kulit kering seperti aku yang ga suka step skincare ribet tapi maunya tetep ngefek. Serum spray dengan 100ml ini dibandrol dengan harga 200ribuan, cukup worth dengan ingredients premium dan fomulasi yang bagus. 




Sebagai pemilik kulit kering, salah satu kebahagiaan aku adalah pake sheet mask. Kulit langsung auto lembap plus glowing. Sheet mask bagi aku juga udah semacam pertolongan pertama setiap kulit rewel dan rentan iritasi saat pandemi ini. Kalau udah mulai gatel, merah dan bumpy langsung pake sheet mask buat calming kulit yang lagi marah.

Banyak banget sheet mask yang sudah aku coba, jujur agak susah buat nemuin sheet mask lokal yang kualitasnya setara dengan sheet mask asal korea dan taiwan favorit aku. Kalaupun ada yang pas secara cutting lembaran masknya, eh ga cocok sama serum/essencenya, ada yang cocok sama serum/essencenya tapi sheet masknya kebesaran. Begitu seterusnya~

Berhubung ada sheet mask lokal premium yang baru launching dan aku dapet kesempatan buat cobain yaitu Beauty Boss Sheet mask yang berkolaborasi dengan Teteh Hinyai Heny Harun. Aku penasirun banget nih apakah produk ini bisa setara kualitasnya dengan sheet mask korea & taiwan yang aku suka? secara harganya cukup pricey untuk local brand 😆 


Beauty Boss Sheet Mask 
The Rescue 

Available di : 


Beauty Boss Sheet mask mengeluarkan dua varian sesuai dengan kebutuhan kulit yaituThe Rescue dan The Lift Job. Yang akan aku review di post kali ini adalah The Rescue. The Rescue ini cocok untuk kulit dehidrasi dengan redness dan inflamasi yang sesuai dengan kebutuhan kulit aku saat ini. Untuk teman-teman yang berjerawat dan lagi breakout, The Rescue juga cocok untuk calming kulit yang lagi bermasalah.

Salah satu hal yang bikin aku yakin kalau produk ini formulasinya no kaleng kaleng yaitu karena Beauty Boss Sheet Mask diformulasikan oleh Dokter yang sudah memiliki experience di bidang dermatology dan estetik selama bertahun-tahun. Jadi sudah pasti produknya akan disesuaikan dengan kebutuhan dan permasalahan kulit di Indonesia. Plus produk ini juga kolaborasi dengan Teteh Heny Harun salah seorang skincare junkie yang kulitnya selalu paripurna..jadi aku yakin Teh Heny punya standard yang tinggi untuk produk skincare kolaborasinya.



CLAIM 

1. Brightening the skin

2. Hydrating the skin

3. Relaxing the skin 

4. Calm skin redness and skin inflammation 

5. Can be use for makeup base for reduce sebum


INGREDIENTS

Aqua, Butylene Glycol, Lecithin, Hydroxyacetophenone, 1,2-Hexanediol, Citrullus Lanatus (Watermelon) Fruit Extract, PEG-7 Glyceryl Cocoate, Phenoxyethanol, Niacinamide, Carbomer, Tetrahydroxypropyl Ethylenediamine, PEG-40 Hydrogenated Castor Oil, Menthol, Menthyl Lactate, Cyperus Rotundus Root Extract.

KEY INGREDIENTS 

💛 Watermelon extract : 
- sebagai antioxidant untuk melindungi kulit dari radikal bebas
- untuk membantu regenerasi sel kulit
- menjaga kelembapan dan mengontrol produksi sebum.
💛 Niacinamide : 
- memperkuat skin barrier 
- menyamarkan noda bekas jerawat dan mengecilkan tampilan pori
💛 Tiger nut grass : 
-  sebagai anti inflamasi dan membantu recovery pada kulit 
💚 Aman untuk ibu hamil dan tidak mengandung paraben, sulfat dan alkohol. 

REVIEW


Lembaran sheet mask beauty boss ini terbuat dari seaweed fiber dan bisa didaur ulang kembali jadi ramah lingkungan. Sheet mask ini nempel dengan effortless seperti second skin. Serum dan  bahan yang digunakan sama-sama klop, ga bikin sheet masknya jadi stretch karena keberatan sama cairannya. Nah tapi, untuk cuttingnya sendiri aku ngerasa di area dagu masih agak kelebaran padahal itu target area yang cukup bermasalah saat ini. 


Beauty Boss Sheet Mask punya 23 ml serum, yang menurut aku cukup banyak untuk bisa dipakai ke leher dan ke area wajah sebelum ditemplokin sheet mask. Kandungan utamanya adalah aqua, jadi serumnya watery dan runny. Ini tipe serum dalam sheet mask yang aku suka karena kalau terlalu thick dan ga menyerap maksimal pun jadi terasa mubazir. 



Nah beauty boss ini juga mengeluarkan beberapa tools seperti rose quartz face roller ini. Aku udah punya 2 roller sebelumnya dengan harga yang berbeda. Jujur yang ini bener-bener ada harga ada kualitas. Size rollernya pas di area-area wajah, glides so smooth dan penyerapan produk pun jadi lebih maksimal saat pake ini. 

Ada beberapa pertanyaan yang masuk mengenai kegunaan roller saat pake sheet mask atau skincare-an? salah satunya adalah untuk membantu melancarkan blood circulation. Kalau penggunaannya cukup rutin bisa juga sebagai preventif kerutan-kerutan di wajah. Tapi hal instant yang aku rasakan yaitu dari penyerapan produk yang jadi lebih maksimal dan terasa lebih relax saat giling giling muka di wajah pake roller. Sensasi calming dan soothingnya mantep bund!



Claim untuk liposomal technology ini bener bener terasa di aku. Setelah aku roller selama penggunaan dan aku copot maskernya, serum yang ada di dalamnya menyerap maksimal. Kulit juga terasa lebih plump dan halus. HUHU SUKA BANGET!

RESULT

Bagaimana setelah 5 hari berturut-turut menggunakan Beauty Boss Sheet Mask The  rescue?

(abaikan tone warna yang berbeda ya, aku sengaja foto pake natural lighting supaya bisa keliatan lebih real)

Fokus aku ke area tengah wajah karena sumber permasalahan wajah aku memang di area situ-situ lagi. Sejak pandemi dan mengharuskan kita keluar dengan masker dalam waktu lama, pasti muncul iritasi dan jerawat di area itu. Kadang gatel, panas dan bumpy-bumpy kecil di area yang kena pinggiran masker. 

Selama 5 hari, aku explore pake sheet mask ini dengan beberapa cara. Aku pakai di siang hari sebagai refresh dan calming skin setelah pergi keluar rumah menggunakan masker, aku pakai di malam hari lalu lock dengan moisturizer dan aku pakai sebelum bermakeup untuk complexion yang lebih smooth. Favorit aku adalah pas siang-siang tentunya! 

Sensasi pake Beauty Boss The Rescue ini menurutku cukup menarikkk! Calming dan soothing ke kulitnya berasa banget, berasa kaya pake sheet mask sambil ditiupin angin sepoi-sepoi haha. Setelah 5 hari aku baru bisa ngeliat perbedaan kulit aku di foto di atas. Foto before keliatan banget kalau kulit aku lagi lelah, dull dan pori-pori keliatan jelas. Kondisi saat itu adalah kulit aku lagi dehidrasi dan ada beberapa reaksi iritasi setelah pake masker keluar rumah dalam waktu lama. Ditambah jakarta sempet panas banget.

Untuk afternya, kulit lebih terlihat plump, radiant dan tampilan pori-pori jadi lebih samar. Karena setiap hari masker ini juga ngasih extra hidrasi di luar skincare routine, kulit dehidrasi aku juga lebih tertolong. Dry patches di beberapa area membaik.


Aku seneng banget akhirnya ada produk sheet mask lokal yang kualitasnya hampir setara dengan produk sheet mask internasional. Memang harganya agak pricey dibandingkan sheet mask lokal lainnya, tapi kualitasnya pun sebanding. Dan sekarang aku jadi penasaran pengen cobain sheet mask beauty boss yang the lift job :')  
Tahun 2013 aku bikin blog ini dengan alasan ngerasa terbantu banget dengan review kecantikan yang ada di beauty blog. Apalagi saat itu sebagai mahasiswa yang lagi doyan centil-centilan tapi budget sangat ketat, review di blog ngebantu aku untuk jadi smart buyer.. membeli produk yang tepat dengan kebutuhan aku. 

7 Tahun berlalu dan sekarang banyak banget produk yang launching di setiap bulannya. Banyak juga review yang update dengan pertambahan produk yang launching. Tapi review tentunya bukan sekedar "meracun". Review adalah sarana bagaimana temen-temen mendapatkan gambaran secara detail mengenai produk tersebut bekerja. 



Sebagai bucin Lip Tint sejak 12 tahun yang lalu, kali ini aku mau share tentang beberapa jenis lip tint yang bisa temen-temen sesuaikan dengan kebutuhan. Ini juga sebenernya terinspirasi dari pertanyaan temen-temen di Instagram seperti : 

1. apakah lip tint bisa menutup warna bibir yang gelap?
2. bagaimana cara menggunakan lip tint agar tidak masuk ke garis-garis bibir?
3. apakah produk lip tint A, B, C bisa awet? dst

sebetulnya pertanyaan ini mengacu ke bagaimana kita memilih jenis lip tint, beda tekstur, beda hasil dan beda ketahanan. Sejujurnya jenis lip tint saat ini banyak banget, tapi yang akan aku bahas di post ini adalah lip tint yang sering kita temui di brand brand Indonesia. Jadi semoga post kali ini bisa membantu yes!




1. WATER & GEL TINT (WATER BASED)
untuk hasil yang ringan & natural

Water tint adalah produk pertama yang aku punya pas jaman baru belajar makeup. Aku semacam langsung jatuh cinta sama produk ini karena bisa bikin bibir ngga pucet tapi tetep natural dalam sekali tap! Beberapa contoh water based tint adalah emina magic potion, tony moly tony tint, sariayu hydra lip tint, dear darling water tint, peripera tint water, blp lip tint & la tulipe lip tint. 


Di Indonesia sendiri cukup banyak brand lokal yang mengeluarkan produk water tint. Karena tekstur water tint termasuk cair seperti air dan mudah menyerap. Jadi akan lebih mudah set ke permukaan bibir. Poin  plusnya adalah hasilnya akan ringan dan natural. Finishnya akan lebih mengikuti permukaan kulit bibir kita. 

Kekurangan dari produk water tint adalah jika kita memiliki garis bibir yang cukup dalam dan warna bibir yang gelap. Produk dengan jenis ini tidak bisa menutup warna asli bibir dan mudah masuk ke garis-garis bibir. Ada kecenderungan juga meninggalkan sisa stain di kulit bibir yang kering. 

Btw, water tint juga sekarang muncul dalam jenis lain seperti gel tint. Gel tint lebih beginner friendly menurutku, karena gel tint ga akan langsung menyerap di bibir. Jadi kita punya waktu untuk aplikasi yang merata dulu sebelum produknya ngeset.


2. GLOW & GLOSSY TINT 
untuk hasil yang lebih hydrating & membuat bibir bervolume



Glow dan glossy tint memiliki tekstur yang lebih rich dan thick serta lebih melembabkan. Contoh produk dengan tipe ini adalah emina glossy stain, mineral botanica hydra lip tint & wardah cheek & lip tint. Lip tint dengan jenis ini biasanya punya pigmentasi yang lebih bold dan opaque dari water tint. Finishnya glossy dan lebih melembapkan dari water tint. 

Karena finishnya yang glossy, produk ini ga langsung set ke permukaan bibir. Jadi daya covernya tentu lebih baik dari water tint. Minusnya adalah semua produk gloss, baik stain ataupun tidak akan tetap transfer ke permukaan yang bibir kita sentuh *halah* seperti sendok, garpu, gelas, ataupun pipi suami. Tentunya juga ga akan selightweight water tint. Tapi biarpun finish glossnya hilang, biasanya masih akan menyisakan stain yang natural di bibir. 


3. CREAMY TINT
untuk hasil yang lebih matte & mengcover



Dari 3 lip tint yang aku bahas di post ini, creamy tint punya coverage yang lebih tinggi dari 2 sodaranya di atas. Creamy tint memiliki tekstur seperti lip cream, tapi menyisakan stain saat produknya sudah hilang. Karena teksturnya cream, jadi pigmentasinya lebih tinggi dan lebih menutup ke permukaan bibir. 

Ada beberapa lip tint dengan jenis creamy tint yang pernah aku coba yaitu mamonde creamy tint squeeze lip, bite the beat mellow tint, emina creamy tint dan milkytouch touch my lip. Creamy tint punya finish yang lebih matte dan velvet. Jadi agak lebih "berasa" ketika digunakan kalau dibanding dengan kedua lip tint sebelumnya. 

Dari sisi beginner friendly, creamy tint lebih mudah dikontrol saat pengaplikasian. Jadi produk ini lebih mudah dibaurkan dan tidak mudah masuk ke garis-garis bibir. Karena finishnya pun lebih matte, jadi aku sarankan untuk tetep menggunakan lip balm sebelum pengaplikasian.

Kalau ditanya, favorit aku yang mana? karena aku suka finish yang ringan dan lebih keliatan natural seperti bibir sendiri..aku prefer menggunakan water & gel tint. Lebih nyaman buat sehari-hari. Bisa diaplikasikan saat bare face sekalipun. Semoga post kali ini sudah cukup menjawab pertanyaan temen-temen ya~